Adikku Sayang

Marilah cepat berkemas adikku
Malam pekat bulan terakhir segera berakhir
Perjalanan panjang akan segera kita mulai
Menuju suatu tempat yang telahditetapkan
sepanjang perjalanan, jangan kau lupakan janji kita
pada bulan ketiga yang telah terucap
ingat-ingatlah dengan kuat adikku
gigitlah ia dengan gerahammu yang kokoh

Perjalanan panjang sudah setengah jalan,
lelahkah sudah adikku sayang?
Kau telah terlalu lama beristirahat di persinggahan ini
sementara matahari usdah bertengger di puncak kepala
ayolah berjalan adikku, raja siang mulai condong ke arah barat
apakah engkau ingin tinggal disini wahai sayangku ?
persinggahan ini telah melenakanmu nak
sungguh malangnya kaua adikku, indahnya kaca kau pujua-puja
Kau sangka itulah permata yang angguh bila disulut cahaya

apakah engkau ingin tinggal disini selamanya cintaku?
padahal ini hanyalah persinggahan
bukan ini tujuan perjalanan kita
sadarlah, bukan ini tujuan kita
bangkitlah wahai adikku, ingatlah akan janji kita
Pada bulan ke tiga, pada tempat gulita
diwaktu itu kita bersumpah untuk memenuhi janji pada ilahi
bahwa Ia adalah tujuan hati, bukannya persinggahan ini.

(ditulis pada 28 Juli 1997 Pukul 13.00 Malam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: