Sebuah Nilai

Disuatu senja disebuah rumah yang sederhana, tampak seorang pemuda yang duduk menghadap pintu, dengan raut muka yang penuh pemikiran serius. Sesekali dihelanya napasnya yang panjang, menandakan dia sedang memiliki masalah yang serius.

Ibunya yang memperhatikannya, mendekatinya dan bertanya :
“Apa yang membuat mu begitu bersedih anak ku, apa yang sedang kau pikirkan, ceritakanlah kepada ibu mu nak” sahut ibunya sambil tersenyum
“Aku sangat malu pada ibu, aku sudah mencoba, namun aku selalu gagal. Aku tidak akan bisa bekerja bu, aku selalu ditolak oleh setiap perusahaan dimanapun aku melamar” Jawabnya penuh sedih

Mendengar jawaban ibunya, dikeluarkannya selembar uang Rp 100.000, dan kembali ibunya berkata:
“Kau lihat uang ini, menurut mu apakah kau menginginkannya” Tanya ibunya
“Tentu saja, hanya orang gila yang tidak mau uang Rp 100.000,- bu” Jawab anaknya cepat
Mendengar jawaban anaknya, diremasnya uang kertas Rp 100.000 itu, dan kini uang tersebut penuh dengan remasan dan kerutan
“Kalo uangnya begini lusuh, apakah kau tetap mau uang ini” Tanya ibunya kembali
“Tentu bu, itu tetap Rp 100.000, tentu saja aku mau” Jawab anaknya cepat
Dan kembali ibunya meremas uang tersebut, bahkan diinjak-injaknya uang tersebut hingga sekarang kondisinya sangat kotor.
“Bagaimana dengan uang yang telah menjadi sangat kotor ini, apakah kau mau?” Tanya ibunya sekali lagi
“Tentu apapun bentuknya, itu adalah Rp 100.000, dan tidak berubah sedikit pun” Jawab anaknya yakin

“Benar sekali kata-kata mu nak, uang tersebut tidak berubah nilainya walaupun bentuknya sudah sangat kotor, dan tahukah kamu kita pun harus menjadi seperti uang tersebut anak ku”
Ibunya melanjutkan kata-katanya ” Walaupun ibu menginjaknya, meremasnya, namun dia tetaplah uang Rp 100.000, karena dia tetap bernilai. Ingat anak ku walaupun engkau mengalami kegagalan, jangan pernah engkau menyesal, buktikanlah diri mu bernilai dengan berani menghadapi kegagalan karena hanya orang gagal lah yang bisa menjadi sukses”

Begitu mendengarkan kata-kata ibunya, sang pemuda tersadar dan berjanji untuk menjadi bernilai seperti uang Rp 100.000 tadi.

Teman, Kegagalan adalah suatu proses menuju kesuksesan. Tidak ada kesuksesan yang didapat tanpa kegagalan pada tahap awalnya. Namun inti dari kesuksesan itu sendiri adalah pemberian nilai pada diri kita, sehingga menjadikan kita lebih berharga. Sama seperti uang Rp 100.000, bagaimana pun bentuknya, dia tetap bernilai. Begitu juga kita walaupun kegagalan demi kegagalan selalu mendatangi kita, namun kita harus berani menghadapinya dan berani untuk mencoba lagi, karena kita adalah orang-orang yang bernilai, dan sukses hanya menjadi orang-orang yang bernilai

(dikutip dari sebuah milis)

One Response to “Sebuah Nilai”

  1. hanggadamai Says:

    setuju
    suskes hanya untuk orang yang bernilai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: