Harga Seorang Ayah

Alkisah dijaman tiongkok kuno, hiduplah seorang ayah beserta anaknya yang masih kecil berusia 7 tahun. Ibunya meninggal pada saat anak tersebut berusia 2 tahun, sehingga anak tersebut dirawat oleh pembantu suruhan ayahnya. Ayahnya adalah pengusaha yang sukses, sehingga waktunya selalu dihabiskan untuk bekerja dan mencari uang. Anak selalu merasakan kesepian dan pada suatu malam anaknya berkata pada ayahnya yang baru pulang dari kerja:

“Ayah kalo boleh tau berapa kan penghasilan ayah satu jam”
“Buat apa kamu tahu, sana pergi tidur” Sahut ayahnya ketus
Mendapat jawaban ayahnya yang ketus, anak tersebut pun terdiam dan membalikkan badannya menuju tempat tidur.

Keesokkan harinya, anaknya tersebut pun kembali menanyakan hal yang sama kepada ayahnya, kesal karena ditanya terus ayahnya pun menjawab:
“Satu jam ayah bisa menghasilkan uang 1 keping emas, kenapa engkau selalu bertanya begitu” tanya ayahnya penasaran

Anaknya berlari ke kamar dan kembali ke tempat ayahnya sambil mengambil sebuah celengan berbentuk ayam, dan memecahkannya. Dikumpulinnya kepingan-kepingan uang didalam celengan tersebut, dan dihitungnya.

Sang Ayah yang penasaran melihat tingkah anaknya pun bertanya:
“Apa yang kamu lakukan dengan uang tersebut, apakah engkau ingin membelinya dengan permen, tahukah kamu ayah mencari uang dengan susah?” tanya ayahnya dengan kesal
Ayah, aku telah mengumpulkan uang yang ayah berikan kepada ku satu sen demi satu sen, dan aku berhasil mengumpulkan 1/2 keping emas, boleh kan aku membeli waktu ayah 1/2 jam saja? aku sangat merindukan ditemani ayah sewaktu tidur, bukan oleh orang lain, aku sangat ingin dipeluk dan merasakan kehangatan belaian orang tua, walaupun hanya 1/2 jam, aku mohon ayah” sahut anak tersebut sambil menahan isak air mata

Ayahnya yang mendengar kata-kata anaknya hanya bisa terdiam, dan tertunduk haru

~Kasih sayang orang tua melebihin apapun didunia ini, apalagi bagi anak-anak kecil, mereka butuh akan kehangatan orang tuanya, namun akibat kesibukkan dan dengan dalih ingin membahagiakan keluarga, kita terlalu sibuk dengan pekerjaan dan mengabaikan tanggung jawab kita yang lebih penting yaitu, memberikan perhatian dan pengertian kepada anak dan keluarga kita. Ingat, uang buka segalanya, karena uang tidak dapat membeli kebahagiaan sejati dalam hidup ini~

(dikutip dari sebuah milis)

One Response to “Harga Seorang Ayah”

  1. langitjiwa Says:

    saya jadi ingat kata-kata bung karno kepada putra putrinya seperti ini ” aku tidak mewariskan kalian dengan harta dunia tapi aku mewariskan kepada kalian ilmu kehidupan…”

    salamku,
    langitjiwa……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: