Efek Samping Proyek BKT

Sudah hampir sebulan ini persis di depan rumahku proyek BKT (Banjir Kanal Timur), sebenarnya adalah KBT (Kanal Banjir Timur), mulai dikerjakan. Dari muka rumah sekarang dengan jelas mulai tampak Gunung Salak yang selama ini tertutup rumah. Alhamdulillah, dari Jakarta masih bisa juga melihat pemandangan alam orisinil bukan cuma lukisan gunung saja.

Meski berguna untuk mengatasi persoalan banjir, proyek ini cukup menyusahkan juga bagi warga yang tinggal di sepanjang jalan yang dilalui truk-truk besar pengangkut tanah. Truk-truk ini setiap kali mengangkut tanah pasti meninggalkan ceceran yang cukup banyak. Saat bulan Februari dan Maret ini mungkin tidak terlalu terlihat efek dari tanah yang tercecer, tapi selepas musim penghujan nanti dipastikan ceceran tanah tersebut akan terurai menjadi debu.

Lebih parahnya lagi, truk-truk tersebut keluar masuknya persis di depan rumahku. Waduh, bakal mandi debu selama dua tahun mendatang. Moga saja proyek BKT di depan rumah tidak sampai dua tahun. Semoga cukup setengah tahun ajah, atau kalau perlu secepat mungkin.

2 Responses to “Efek Samping Proyek BKT”

  1. rhainy Says:

    mudah2an cepet pak selesainya….. jadi gak debuan ya….

  2. maskun Says:

    Iya nih mba Rhainy, moga-moga proyeknya tidak tersendat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: