Protokol No. I (bagian 1)

  1. …. Tanpa penyusunan kalimat-kalimat elok kita akan membicarakan setiap pemikiran: dengan perbandingan dan deduksi kita akan menyoroti fakta-fakta yang ada.
  2. Apa yang akan saya tawarkan adalah sistem kita dilihat dari dua sudut pandang, yaitu dari sudut pandang kita sendiri dan dari sudut pandang goyim (orang-orang non-yahudi)
  3. Harus dipahami bahwa manusia dengan naluri yang buruk (bad instincs) lebih banyak jumlahnya daripada manusia dengan naluri yang baik. Oleh karena itu, hasil terbaik dalam mengatur mereka dapat dicapai dengan kekerasan dan tindakan teror, bukan melalui diskusi-diskusi akademis. Setiap orang mendambakan kekuasaan, setiap orang akan menjadi diktator jika saja ia bisa, dan sungguh jarang sekali orang yang tidak mau mengorbankan kepentingan banyak orang demi untuk mendapatkan kepentingannya sendiri.
  4. Apa yang menghalangi binatang-binatang pemangsa yang disebut manusia (untuk berbuat seperti diatas tadi)? Apa yang menjadi acuan mereka hingga sekarang ini?
  5. Pada masa permulaan struktur masyarakat, manusia merupaan korban kebrutalan dan kekuasaan buta. Kemudian … menjadi korban hukum, yang merupakan kekuasaan yang sama, hanya saja tersembunyi. Saya menarik kesimpulan bahwa berdasarkan hukum alam, hak hanya ada dalam kekuasaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: