Cerita Cinta

cinta.jpgMelihat tiga orang lelaki asing berdiri di halaman, wanita yang empunya rumah keluar menemui mereka. “Maaf, saya tidak mengenal anda sekalian. Tapi tampaknya anda baru saja menempuh perjalanan jauh. Silakan masuk, mari minum teh.” Salah satu dari ketiga tamu tak diundang itu menyahut,”Apakah suamimu berada di rumah?”

“Oh, diamasih di kantor,” jawab yang ditanya.

“ Kalau begitu, kami tidak mau masuk.”

Sore hari, ketika suaminya sudah pulang kerja, wanita tersebut kembali mempersilakan para tamunya masuk.

“Kami tidak akan masuk ke dalam rumah bersama-sama.”

“Mengapa demikian?”

Salah satu dari ketiga lelaki itu berkata, “Nama dia adalah Harta,” ujarnya sambil menunjuk salah seorang temannya. Kemudian sambil menunjuk temannya yang satu lagi ia berkata,” Kalau dia bernama Sukses, sementara saya sendiri adalah Cinta.” Ia melanjutkan bicara,”Sekarang rundingkanlah dengan suamimu, siapa di antara kami yang terlebih dahulu diundang masuk.”

Wanita itu masuk kembali ke dalam rumah. Rupanya, terjadi perdebatan disana. “Suruh saja si Harta masuk duluan agar rumah ini dipenuhi harta,” ujar sang suami. Namun, si istri tidak setuju. “Sayang, kenapa kita tidak mengundang si Sukses saja?” Dari kamar terdengar suara anak gadis mereka mengajukan usul, “ Bagaimana kalau kita pilih si Cinta saja. Dengan demikian rumah ini akan dipenuhi cinta.”

Akhirnya disepakati untuk memanggil Cinta terlebih dulu. Anehnya, begitu Cinta melangkah masuk rumah, kedua temannya ikut. Dengan terheran-heran wanita itu berkata,” Lho, saya kan hanya mengundang Cinta, mengapa kalian berdua ikut?”

Mereka menjawab, “Bila anda mengundang Harta atau Sukses saja, kedua dari kami tidak akan ikut. Tapi karena anda mengundang Cinta, kemanapun ia pergi kami akan selalu ikut. Di mana ada Cinta, disana ada Harta dan Sukses.”

2 Responses to “Cerita Cinta”

  1. langitjiwa Says:

    ha..ha…betul itu.bang. kayaknya saya musti banyak belajar dari abang nich bagaimana cara menulis singkat tapi berisi.
    salamku,
    langitjiwa………

  2. maskun Says:

    tulisan Anda bagus, menggetarkan…. saya sebenarnya malu. Soalnya, saya sering mengajak anak didik privat saya untuk menulis puisi, tapi kadang saya sendiri tidak produktif. kalaupun dulu pernah menulis beberapa puisi tapi setelah saya baca kembali jadi malu, bahasa yang dipakai terlalu sederhana. nanti kalau sudah ketemu arsipnya saya posting di blog ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: