Beberapa Prinsip dalam Meluruskan kesalahan


  1. Ikhlas
  2. Berbuat salah adalah Tabiat Manusia
  3. Menegur Kesalahan Berdasarkan Dalil Syar’I dan Bukti
  4. Semakin Besar Kersalhan Semakin Besar Pula Perhatian untuk meluruskannya
  5. Mempertimbangkan posisi orang yang menegur kesalahan
  6. Membedakan antara pelaku kesalahan yang tahu dan tidak
  7. Memebedakan kesalahan
  8. Maksud baik orang yang salah tidak boleh menghalangi upaya untuk meluruskannya
  9. Adil dan tidak pilih kasih dalam menegur kesalahan
  10. Tidak menegur kesalahan dengan cara yang menyebabkan kesalahanlebih besar
  11. Mengetahui tabiat yang menjadi sebab terjadinya kesalahan
  12. Membedakan antara kesalahan menyangkut syari’at dan kesalahan menyangkut pribadi
  13. membedakan antara kesalahan besar dan kesalahan kecil. Karena syari’at sendiri membedakan antara dosa besar dan dosa kecil
  14. Membedakan antara orang bersalah yang memiliki berbagai kebaikan di masa sebelumnya – yang bisa jdi kesalahannya itu telah lenyap di tengah lautan kebaikannya- dan orang yang ahli maksiat dan banyak melakukan dosa. Orang yang banyak memiliki kebaikan bisa ditoleransi kesalahannya tetapi orang yang tidak memiliki kebaikan tidak bisa ditoleransi
  15. Membedakan antara orang yang melakukan kesalahan berkali – kali dan orang-orang yang baru sekali melakukannya
  16. Membedakan antara orang yang berturut-turut melakukan kesalahan dan orang yang melakukan kesalahan secara tidak berturut-turut
  17. Membedakan antara orang yang melakukan kesalahan secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi
  18. Mempertimbangkan orang yang agamanya lemah dan memerlukan penjinakan hatinya dengan tidak diperlakukan kasar
  19. Mempertimbangkan kedudukan dan posisi orang yang melakukan kesalahan
  20. Menegur anak kecil dengan cara yang sesuai usianya
  21. Berhati-hati ketika menegur wanita yang bukan mahram
  22. Tidak sibuk meluruskan berbagai dampak kesalahan tetapi membiarkan tindakan terapi terhadap pangkal kesalahan
  23. Tidak membesar-besarkan kesalahan dan tidak berlebihan dalam menggambarkannya
  24. Tidak mengada-ada dalam membuktikan kesalahan dan tidak memaksa mendapatkan pengakuan dari pelaku kesalahan atas kesalahannya
  25. Memberikan waktu yang cukup untuk meluruskan kesalahan, khususnya bagi orang yang telah melakukan kesalahan tersebut dalam waktu yang panjang, disampng harus senantiasa memantau dan mengingatkan
  26. Tidak mengesankan kepada pelaku kesalahan bahwa ia adalah musuh

One Response to “Beberapa Prinsip dalam Meluruskan kesalahan”

  1. langitjiwa Says:

    memang benar dibalik setiap kesalahan terdapat hikmah terkandung padanya.
    salamku,
    langitjiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: