Batu Besar

batu.jpgPada suatu hari seorang ayah memanggil anaknya yang sedang mengisi air galon untuk melayani pelanggan air isi ulangnya. Setelah mendekat, ayah tersebut mengambil galon kosong dan mengisinya dengan batu-batu sebesar kepalan tangan yang sudah terlebih dahulu dikumpulkannya.

Ketika galon tak lagi bisa memuat batu-batu, ia bertanya, “Apakah galon ini sudah penuh?”

“Sudah!” jawab sang anak. ia mengajukan pertanyaan yang sama, jawaban yang muncul berbeda.

“Benarkah ? Mari kita buktikan.” Kemudian sang ayah mengambil ember penuh kerikil. Lalu memasukkan kerikil-kerikil itu kedalam wadah sambil digoyang-goyangkan sehingga kerikil melesat mengisi ruang-ruang kosong di antara batu-batu besar di dalamnya. Ketika “Mungkin belum.”gal.jpg

Kini sang ayah mengambil sebuah karung plastik terisi pasir. Dituangkannya pasir itu ke dalam galon. Butir-butir pasir segera menyusup di sela-sela kerikil dan batu-batu besar di dalam wadah. Sekali lagi ia bertanya apakah wadah ini sudah penuh. “Belum”, jawab si anak.

Kali ini sang ayah mengambil botol besar berisi air. Dituangkanlah air tersebut ke dalam wadah sampai penuh.

Teman, apa maksud pertunjukkan ini? peragaan diatas mengingatkan kita semua, bila tidak menempatkan “batu besar” terlebih dahulu, kita tidak bisa menampung semuanya.

Apakah “batu besar” dalam hidup kita ? hanya kita sendiri yang bisa menentukannya, entah itu waktu untuk keluarga, pendidikan atau menolong orang lain. Jangan lupa, selesaikan dulu “batu-batu besar”, selanjutnya baru yang kecil-kecil.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: